Adab-adab Seputar Masjid

Adab-adab Seputar Masjid

Masjid memiliki kedudukan yang sangat mulia di dalam Islam dan di mata para pemeluknya. Ia adalah tempat bersatunya jiwa-jiwa kaum mukminin dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata’ala dan wadah untuk berkumpulnya jasmani mereka agar saling mempererat tali persaudaraan serta bertukar manfaat dan informasi. Di dalam masjid pula, dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendidik para sahabatnya di atas agama ini. Dari masjid beliau muncul generasi umat Islam pertama yang menebarkan cahaya ke seluruh penjuru bumi. Karena itu, masjid Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam di Madinah bisa dikatakan sebagai universitas Islam pertama, dengan guru besarnya adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat sebagai mahasiswanya. Masjid mempunyai sejarah panjang yang mampu menetaskan para ulama dan da’i yang handal keilmuannya serta mampu memberikan kontribusi yang besar bagi umat.

Doa Masuk & Keluar Masjid

Doa Masuk Masjid

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

“Ya Allah, bukakan bagiku pintu-pintu rahmat-Mu.”

 

Doa Keluar Masjid

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan-Mu/ tambahan nikmat-Mu.”

Diantara Adab-adab seputar masjid

Shalat dua rakaat sebelum duduk

“Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, hendaknya ia shalat dua rakaat sebelum duduk.” 

(HR. al- Bukhari no. 444)

Sibukkan diri dengan ibadah

“…Ia (masjid) tidak lain (tempat) untuk berzikir kepada Allah Subhanahu wata’ala, shalat, dan membaca al-Qur’an.(Shahih Muslim no. 285)

Berdoa di antara azan & iqomat

“Doa antara azan dan iqamat tidak ditolak (oleh Allah Subhanahu wata’ala).” 

(Shahih Sunan at-Tirmidzi 1/133 no. 212)

Shaf depan lebih utama

“Andai manusia tahu apa yang ada pada azan dan shaf awal (yakni keutamaannya), lalu mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan undian, niscaya mereka akan berundi untuknya.”

(Muttafaqun ‘alaih)

Jangan membuat gaduh

“Ketahuilah bahwa setiap kalian sedang bermunajat (berbisikbisik) dengan Rabbnya. Maka dari itu, janganlah sebagian kalian menyakiti yang lain dan janganlah mengeraskan bacaan atas yang lain.” 

(HR. Ahmad)

Menutup bagian runcing senjata

Ada seorang lelaki masuk masjid dengan membawa anak panah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam lalu memerintahkan orang tersebut untuk memegang bagian yang runcing dari anak panah itu.” 

(Shahih al- Bukhari no. 451)

Shalat dua rakaat sebelum duduk

“Apabila kamu melihat orang menjual atau membeli di masjidmaka katakanlah, ‘Semoga Allah tidak memberi keberuntungan dalam jual belimu!’ Dan apabila kamu melihat ada orang yang mengeraskan suara di dalam masjid untuk mencari barang yanghilang, katakanlah, ‘Semoga Allah Subhanahu Wata’ala tidak mengembalikannya kepadamu’.”

(Shahih Sunan at-Tirmidzi, 2/63—64 no. 1321)

Jangan melewati depan orang yang shalat

“Diharamkan lewat di depan orang yang shalat, yakni antara orang yang shalat dan sutrah (pembatas) yang di hadapannya.”

(lihat Shahih al-Bukhari no. 510)

Tetap dimasjid setelah azan

“Tidaklah keluar dari masjid setelah azan dikumandangkan selain orang munafik, kecuali seseorang yang keluar karena suatu keperluan dan ia ingin kembali lagi ke masjid…”

(Sunan ad-Darimi 1/125 no. 452)

Jangan melangkahi pundak orang lain ketika terlambat

Jabir radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa dahulu ada seorang lelaki masuk ke masjid pada hari Jum’at dan Nabi n sedang menyampaikan khutbahnya. Orang tersebut melangkahi para manusia. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata kepadanya, “Duduklah kamu! Kamu telah menyakiti dan telahterlambat datang.” 

(Shahih Sunan Ibni Majah no. 923)

Shalat dua rakaat sebelum duduk

“Meludah di masjid adalah suatu dosa, dan kafarat (untuk diampuninya) adalah dengan menimbun ludah tersebut.”

(Shahih al-Bukhari no. 40)

Jauhi dari bau yang tidak sedap

“Barang siapa memakan sayuran ini: bawang putih, bawang merah, dan seledri, janganlah mendekati kami di masjid-masjid kami. Sebab, para malaikat terganggu dengan sesuatu yang mengganggu manusia.”

(HR. Muslim)


BACA ARTIKEL


POSTER CETAK